Lateral Thinking

Taken from Mailing List
>>> Sahesty 11-May-07 13:11:58 >>>

Dahulu kala di suatu desa kecil di India, seorang petani yang sangat miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut. Rentenir itu, udah tua, bangkotan, eee…. malah tertarik pada putrinya pak tani yang cakep itu. Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan hutang2 petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya. Sang petani dan putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya mereka nggak setuju.

Melihat gelagat seperti itu si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk membuat keputusan. Dia mengatakan bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping putih di dalam kantong kosong kemudian sang putri petani diharuskan untuk mengambil satu keping dari kantong tersebut.

  1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri rentenir tersebut dan hutang2 petani tersebut lunas.
  2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak akan menikahi sang putri dan hutang2 petani tersebut lunas.
  3. Jika sang putri menolak mengambil keping, maka sang petani akan dipenjara.

Di halaman petani yang banyak terdapat kepingan-kepingan, si rentenir mengambil 2 keping. Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat bahwa keping yang dimasukkan kedalam kantong keduanya berwarna hitam. Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di dalam kantong. Sekarang bayangkan jika Anda berada di sana, apa yang Anda lakukan jika Anda sebagai putri tersebut? Jika Anda harus menolong sang putri, apa yang harus Anda katakan kepada sang putri?

Melihat hal seperti itu ada 3 kemungkinan :

  1. Sang putri menolak untuk mengambil kepingan.
  2. Sang putri menunjukkan bahwa yang di dalam kantong tersebut keduanya adalah berwarna hitam serta mengungkap bahwa rentenir tersebut curang.
  3. Sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ayahnya dari hutang-hutang dan penjara.

Sekarang pertimbangkan cerita di atas. Pengalaman ini digunakan untuk membedakan pemikiran logika dan lateral thinking.

Dilema sang putri tidak dapat diselesaikan dengan logika awam. Pikirkan cara lain jika sang putri tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya. Apa yang akan Anda tawarkan kepadanya ?

Jangan melihat jawaban di bawah sebelum Anda memikirkan cara lain sebagai saran kepada sang putri, pikirkan 5 menit saja….
.
.
.
.
.
Baik, begini caranya. sang putri memasukkan tangannya kedalam kantong dan mengambil satu keping tersebut. Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan (setengah melempar) keping tersebut ke halaman dan bercampur dengan keping – keping yang lain di halaman. “Oh, betapa bodohnya aku” kata sang putri. “Tapi, tuan gak usah khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka tuan akan mengetahui keping mana yang saya ambil”.

Dengan begitu, sisa yang ada di dalam kantong adalah keping berwarna hitam, sehingga diasumsikan bahwa sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih. Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah dari keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat menguntungkan.

Moral of the story :
Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan keluar, yang Anda butuhkan hanyalah melebarkan pemikiran Anda.

Jika logika Anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan Lateral Thinking. Lateral Thinking sangat kreatif dan mudah dikerjakan tiap hari.

“Rahasia untuk sukses adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain”

Buat komentar

Tambahkan komentar Anda disini, atau trackback dari website Anda sendiri. Anda juga dapat subscribe ke komentar-komentar via RSS.

Alamat email Anda tidak akan pernah di-share. Kolom yang harus diisi telah ditandai *