Travel to Pulau Penyengat

Tadi siang gue sempet jalan2 dan nyebrang ke Pulau Penyengat di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Jadi menurut cerita orang2 asli Pulau ini, disini adalah lokasi pusat pemerintahan Kerajaan Riau.

Dari Tanjung Pinang, kita nyebrang pake perahu klotok dari pelabuhan di daerah Jl. Pos. Ongkos nyebrang nya lumayan murah, cukup 4ribu perak per-orang. Begitu nyampe di pelabuhan Pulau Penyengat, kita tinggal jalan kaki sekitar 100meter dan langsung ketemu ama Masjid Raya Sultan Riau. Believe it or Not, kalo biasanya setiap bangunan itu make campuran pasir, semen dan air untuk merekatkan batu bata… Masjid ini make campuran pasir dan putih telur sebagai perekat batu bata nya. Dan yang lebih hebatnya lagi… ternyata Masjid dan hampir semua bangunan peninggalan Kerajaan Riau di pulau ini, dibangun tanpa menggunakan besi sebagai tulang bangunannya. Subhanallah !!! Ini gue kasih liat poto Masjid yang gue ceritain barusan.

Dari situ, gue ngunjungin makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdul Rahman (1732 – 1844). Lagi2 menurut cerita orang setempat, beliau lah yang dulu membangun Masjid yang ada di gambar atas tadi. Iniah makam sang Raja.

Dari makam Sang Raja, gue jalan dan naek lagi ke atas ke arah Benteng Bukit Kursi. Benteng ini terletak di daerah paling tinggi di pulau ini, jadi karena alasan itulah disini dibikin benteng. Masih banyak sisa2 meriam yang masih kokoh berdiri di benteng ini. Meriam-meriam ini semua mengarah ke laut lepas. Mungkin memang awalnya ditujukan untuk menembak sasaran perahu musuh yang berusaha mendekat ke pulau ini. Coba liat poto2 berikut, keren kan ???

Dari Benteng Bukit Kursi, gue turun lagi dan jalan menuju Istana Kerajaan Riau. Awalnya gue ngebayangin kalo istana ini masih ada bentuk atau setidaknya reruntuhannya. Ternyata gue salah, Istana Sang Raja udah rata dengan tanah dan hanya tersisa petak2 tanah nya aja. Menurut cerita orang setempat, Istana Sang Raja dulu terbuat dari kayu, dan setelah Sang Raja memutuskan untuk bergabung dengan NKRI sekitar tahun 1910-an, maka Sang Raja memerintahkan rakyat nya untuk menghancurkan Istana. Raja ber-prinsip lebih baik kehilangan Istana daripada diduduki oleh penjajah nantinya. Maka musnahlah istana Sang Raja. Gambar berikut ini lokasi yang dulunya pernah berdiri megah sebuah Istana Raja Riau. Dan gambar di samping kanannya adalah bagian belakang kompleks istana yang terbuat dari batu dan bukan kayu seperti halnya istana Raja. Bangunan ini konon didiami oleh para penjaga istana dan hulubalang Raja.

So gimana ???
Tertarik untuk ngunjungin Pulau Penyengat ???

2 Komentar

    Error thrown

    Call to undefined function ereg()