Visit Indonesia 2008

Visit Indonesia 2008

Masih pada inget kan soal bermunculannya kecaman ke negara jiran kita Malaysia berkenaan dengan kepongahannya nyatut budaya2 asli bangsa kita ? Kok kayaknya semakin hari mereka itu makin ngelunjak aja yaaa ?

Tadi pagi di Prambors, Daging ama Desta lagi seru ngomongin budaya2 asli bangsa kita yang diaku ama Malaysia. Gileeeee banyak banged yaaa…. Kalo kita buka nih website, bakalan tambah sakit hati aja nihhhh ngeliat begitu banyaknya tarian, musik, lagu, alat usik, dll yang tanpa rasa bersalahnya di aku-aku ama Malaysia. Mereka beralasan Indonesia dan Malaysia berasal dari rumpun yang sama, maka ada kemungkinan punya akar budaya yang sama. Serumpun sih serumpun, tapi ukan berarti menjiplak 100% kayak gitu dong. Coba aja liat Angklung yang kita kenal sebagai alat musik orang Sunda, ternyata di-klaim punya Malaysia. Baru-baru ini juga banyak warga Ponorogo yang berang gara2 orang Malaysia nyatut kesenian Reog Ponorogo sebagai kesenian mereka. Mereka bilang sih namanya Tari Barongan. Kalo diliat seksama, ini mahhh 100% Reog Ponorogo, cuma jalan ceritanya aja yang berbeda. Pokoknya banyak dehhhhh…..

Mau lebih sakit hati lagi ? Baca THREAD ini…. Masya Allah, sebegitu kacau kah sikap orang Malaysia kepada bangsa ini ? Meskipun cuma segelintir orang yang mengatakannya, tapi itu benar2 menyakitkan hati :-(

Belajar dari pengalaman ini, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mulai melek dan meng-inventarisir semua kebudayaan asli Indonesia untuk kemudian dibuatkan hak paten nya. Banyak bangedd kali yaaakkk. Tapi ya kalo kata orang dulu, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa melestarikan kebudayaannya sendiri. Yaaa kita harus melestarikannya supaya gak diambil ama bangsa laen yang hobi nya maling.

Tapi sebenernya yang kepengen gue omongin disini adalah mestinya Pemerintah mensosialisasikan ke dunia luar bahwa semua itu adalah budaya asli Indonesia. Mereka semua harus tau itu, dan kalo kepengen liat atau belajar soal kebudayaan itu yaa ke negeri asalnya a.k.a Indonesia. Kayaknya momen peringatan 100 tahun kebangkitan bangsa Indonesia pada tanggal 20 Mei 2008 nanti bakal menjadi momen terindah untuk mensosialisasikan hal ini. Program pemerintah mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun kunjungan wisata ke Indonesia atau yang lebih dikenal dengan tag Visit Indonesia 2008 membuktikan niat serius Pemerintah kita dalam hal ini.

Makanya gue dukung banged dehh upaya kayak gini nihhhh. Pariwisata kita harus maju, dan momen peringatan 100 tahun kebangkitan bangsa Indonesia harus bisa nunjukin ke dunia luar kalo bangsa kita emang bangkit dan kepengen maju ! Melalui Visit Indonesia 2008 nanti semoga banyak acara2 kebudayaan yang bisa dipertontonkan kepada para turis dan terutama ke Malaysia sebagai pencuri kebudayaan bangsa kita, bahwa semua klaim mereka selama ini adalah palsu !

Udah cukup ahhhh….. gak akan habisnya ngomongin kelakuan negara jiran kita ini.

Popularity: 3% [?]

2 Komentar

  • Edvin n Imhink Spyder
    25 November 2007 | Permalink | Reply

    Andy betul mi itu…coba itu orang Indonesia kumpul trus kencingi pulaunya tenggelam ituuuuuuuuu….da mandi air seni, sa jengkel eeeeee……apalagi kalo ditau bapa kos itu. Da ngomel2 kayah abaaaaaaaaaaahhhhhhh……..!!!!
    Hancurkan itu andy…ko pake ilmu itu…
    dasar negara tidak punya pendirian….bodohnya eeeeeeeeeeeee……..

    salam merdeka untuk selir2mu, :)

    Alimin ‘n Edvin Kingkong

    Jangan di-kencingi Imhink !

    Kalo kita kencingi, da mengalir ke Indonesia juga aer nya. Kita tenggalam juga mi nanti tu.
    Biar mi kalo perang, kita sudah punya banyak tentara2 TKI yang kekar2 itu di sana. Kita hancurkan saja dari dalam, hahahahaha

  • emeraldy
    27 November 2007 | Permalink | Reply

    benar2 boss, sedihh bacanya. gara-gara orang indonesia yang dikirim ke malaysia kebanyakan buat jadi PRT. so… bangsa kita dianggapnya negara miskin so di panggil “indon” dehh..
    saya juga baca, klo anak2 di malaysia, klo malas belajar trus dimarahin sma orang tuanya, mereka bilang “apa kmu maw seperti indon” duhhh sedihnyaaa….
    semoga kita bisa ambill manfaat dari kasus ini aj

    Wahhhh, gue pernah Boss dipanggil “Indon” waktu trening di Malaysia waktu itu

    Kurang ajar emang mereka itu, padahal banyak Guru-guru besar Indonesia yang ngajar di Universitas di Malaysia.
    Apa mereka gak tau terima kasih yaaa ?

    Yaaa semoga kita bisa nunjukin lahhh kalo kita ini bangsa yang punya harga diri dan bangsa yang kuat

Buat komentar

Tambahkan komentar Anda disini, atau trackback dari website Anda sendiri. Anda juga dapat subscribe ke komentar-komentar via RSS.

Alamat email Anda tidak akan pernah di-share. Kolom yang harus diisi telah ditandai *