Pernah pake topeng ?

Jangan mengartikan kata topeng secara harfiah yaaa ?
Gue gak punya kemampuan untuk menjelaskan apa maksud dibalik judul yang gue buat. Tapi gue akan coba menceritakan apa latar belakang cerita dibalik alasan gue milih judul ini. Gue harap loe semua yang ngebaca ini nanti, bisa ngerti dan ngambil kesimpulan sendiri apa arti topeng seperti yang gue maksud disini.

Gak banyak orang yang mampu menyembunyikan kondisi emosional nya secara visual. Kadang kita tau orang itu sedang senang dan gembira dari mimik raut muka nya yang penuh dengan senyum dan tawa ceria. Begitupun sebaliknya, dengan mudahnya kita bisa menyimpulkan bahwa seseorang sedang sedih dari raut muka nya yang ditekuk dan cenderung hampir menangis. Pokoknya gak susah lah untuk tau kondisi emosional seseorang cuma lewat mimik dan raut muka nya aja.

Sampe kemaren pagi gue ngerasa kalo gue termasuk orang yang masuk kategori ini. Yaaa, gue termasuk orang yang tidak bisa menyembunyikan kondisi emosional secara visual.

Tapi ternyata, mulai kemaren siang sampe detik ini, gue bisa berubah 180 derajat ! Believe it or not, ternyata gue bisa menyembunyikan kondisi emosional gue secara visual. But trust me….. gak enak banged punya topeng kayak gini ! Suerrrrr gak enak banged….. gue berharap cuma kali ini aja gue pake topeng, gue gak mau lagi. Tapi gue gak punya pilihan, kalo gue buka topeng ini sekarang, gue akan tampak bodoh di mata mereka.

Gue harus senantiasa senyum dan ikutan ketawa dengan menggunakan mulut dan mimik topeng ini. Tapi gak akan ada yang tau apa mimik dan raut muka gue sebenernya dibalik topeng yang gue pake sekarang. Gue serasa menjadi tontonan, dan parahnya… justru gue sendiri harus ikut tertawa menyaksikan diri gue sendiri ditertawakan.

Mereka tidak akan dapat berbicara sepatah katapun begitu tau apa yang sebenarnya terjadi. Kali ini gue rela make topeng terus dan ikut tersenyum sambil tertawa bersama mereka. Tapi gue gak mau terlihat bodoh di saat mereka tau apa yang sebenarnya terjadi, dan topeng ini harus terbuka dengan sendirinya. Apa mereka masih sanggup ngetawain wajah gue yang sebenarnya di balik topeng ini ?

There is always a black dot in a white paper.

Buat komentar

Tambahkan komentar Anda disini, atau trackback dari website Anda sendiri. Anda juga dapat subscribe ke komentar-komentar via RSS.

Alamat email Anda tidak akan pernah di-share. Kolom yang harus diisi telah ditandai *