Beli Unit-Link atau TermLife+Reksadana ?

Hhhmmmm………
Apa ini sebuah pilihan ? Jawab sendiri aja yaa nanti di bagian akhir artikel ini. You are the driver, so choose your own path.

Lewat tulisan Kenapa mau ngambil Unit-Link ? gue dapet lumayan banyak komentar baik yang pro maupun yang kontra ama pendapat gue. Tapi ada satu komentar dari mas MadeAllianz yang bilang kalo dia punya hitung2an teknis di website nya yang sudah bisa ditebak pasti berada di kubu pendukung Unit-Link. Emang agak kurang adil sihhh, soalnya dia kan agen asuransi, yaaa jelas dong pasti pendukung Unit-Link. Mau liat artikel dia ? Coba klik disini dan juga web baru nya disini. Sama aja sih isinya, cuma copy-paste kayaknya.

Gue jadi kepancing juga untuk bikin perhitungan sendiri. Tapi gue coba untuk bikin skenario yang mirip ama yang dibikin om MadeAllianz. Untuk produk asuransi TermLife nya, gue pilih Takaful Falah keluaran PT. Asuransi Takaful Keluarga. Dan perlu diinget, semua asuransi syariah akan sedikit lebih mahal premi nya tetapi akan selalu ada nilai tunai selama polis berlaku, yang didapat dari pengelolaan dana Tabarru’.

Karena si empunya artikel (om MadeAllianz) gak nyebutin adanya rider tambahan di polis Unit-Link nya, jadi gue juga cuma masukin UP dasar aja untuk asuransi TermLife nya. Oke, kita mulai dengan beberapa asumsi.

Asumsi yang digunakan untuk produk Unit-Link :
Not Available, cuma ngikutin apa yang ditulis om MadeAllianz.

Asumsi yang digunakan untuk produk Asuransi TermLife (Takaful Falah) :
– Usia masuk 30 tahun, pria non-perokok
– Masa perjanjian 20 tahun
– Premi pertahun 3juta
– UP dasar hanya Kematian saja sebesar 500juta
– Biaya pengelolaan tahun 1 sebesar 60%
– Biaya pengelolaan tahun 2 & 3 sebesar 15%
– Biaya pengelolaan tahun 4 & 5 sebesar 10%
– Biaya pengelolaan tahun 6 dst sebesar 3%
– Mudharabah atau bagi hasil sebesar 80% untuk peserta dan 20% untuk Takaful

Asumsi yang digunakan untuk produk Reksadana :
– Biaya top-up sebesar 1% dari nilai pembelian
– Tidak ada biaya pengelolaan, karena sudah bersih dihitung dalam perhitungan NAB.

Gini lah hasil nya :

NO PERIHAL UNIT LINK PISAHKAN
TERM-LIFE SYARIAH
REKSADANA
1 Sifat Program Fleksibel Kontrak Pasti Fleksibel
2 Uang Pertanggungan 500 juta 500 juta N/A
3 Pembayaran pertahun (Rp.) 5.600.000 3.000.000 2.600.000
4 Masa Pembayaran 20 tahun 20 tahun 20 tahun
5 Total akumulasi dana 112.000.000 60.000.000 52.000.000
6 Bila meninggal dalam masa proteksi (usia 40 tahun atau 10 tahun kemudian) Terima :
UP dasar = 500 Juta
Plus saldo investasi:
41.393.000 (6%)
54.550.000 (12%)
65.591.000 (16%)
Terima :
UP dasar = 500 Juta
Plus bagi hasil tabarru:
21.413.000 (6%)
27.575.000 (12%)
32.674.000 (16%)
Terima saldo investasi:
35.963.000 (6%)
50.591.000 (12%)
63.662.000 (16%)
7 Bila hidup hingga akhir kontrak (usia 50 tahun atau 20 tahun kemudian) Terima saldo investasi:
121.424.000 (6%)
238.310.000 (12%)
377.798.000 (16%)
Terima bagi hasil Tabarru:
46.360.000 (6%)
85.879.000 (12%)
130.009.000 (16%)
Terima saldo investasi:
100.367.000 (6%)
207.719.000 (12%)
344.505.000 (16%)
8 Bila berhenti di tengah masa proteksi (usia 40 tahun atau 10 tahun kemudian) Terima saldo investasi:
41.393.000 (6%)
54.550.000 (12%)
65.591.000 (16%)
Terima bagi hasil Tabarru:
21.413.000 (6%)
27.575.000 (12%)
32.674.000 (16%)
Terima saldo investasi:
35.963.000 (6%)
50.591.000 (12%)
63.662.000 (16%)
9 Perubahan rencana Sangat memungkinkan untuk dilanjutkan hingga usia 100 thn, dimana UP dasar untuk warisan dan Investasi untuk tambahan dana pensiun. Tidak dapat di rubah ataupun dilanjutkan untuk rencana keuangan yang lainnya. Lagian ngapain asuransi kalo udah 100 tahun, duit udah banyak kok dari reksadana. Sangat memungkinkan untuk dilanjutkan, atau stop setoran dan biarkan uang bekerja selamanya.

Dari data pada tabel di atas, bisa disimpulkan (gunakan perkembangan dana 16%) :

  • Kalo terjadi kematian dalam masa proteksi (misal : 10 tahun kemudian) maka Unit-Link akan memberikan UP dasar 500 Juta + saldo investasi Rp. 65.591.000 = Rp. 565.591.000. Sementara TermLife Syariah memberikan UP 500 Juta + bagi hasil Tabarru’ Rp. 32.674.000 + saldo investasi Reksadana Rp 63.662.000 = Rp. 596.336.000.
  • Kalo gak ada claim dalam masa proteksi hingga 20 tahun kemudian, maka Unit-Link akan memberikan saldo investasi Rp. 377.798.000. Sementara TermLife Syariah memberikan bagi hasil Tabarru’ Rp. 130.009.000 + saldo investasi Reksadana Rp. 344.505.000 = Rp. 474.514.000.
  • Kalo putus kontrak dalam masa proteksi (misal : 10 tahun kemudian) maka Unit-Link akan memberikan saldo investasi Rp. 65.591.000. Sementara TermLife Syariah tidak memberikan UP tetapi ada bagi hasil Tabarru’ Rp. 32.674.000 + saldo investasi Reksadana Rp. 63.662.000 = Rp. 96.336.000.

Katanya sih Unit-Link bisa memberikan fleksibilitas dan keleluasaan pada nasabah bila kelak rencana keuangan tersebut mau di gunakan untuk kebutuhan yang laen, misal untuk proteksi yang lebih panjang atau persiapan pensiun atau persiapan dana warisan hingga akhir kehidupan. Padahal kita ngambil asuransi itu kan kalo emang perlu, gue pernah nulis INI. Jadi kalo duit dari Reksadana nya udah bejibun, ngapain lagi beli asuransi, buang2 duit aja. Kan duit yang udah bejibun itu bisa buat warisan atau buat pensiun nantinya. Uang pertanggungan 500 Juta di TermLife memang bisa hilang kalo tertanggung meninggal setelah 20 tahun kemudian, tapi kan ada hasil investasi Reksadana yang udah bejibun itu tadi. Lagian ngapain ngasih duit gratis ke perusahaan asuransi untuk bayar premi tiap tahun sampe usia 100 tahun, udah gak perlu lagi itu mahhh. Para agen banyak yang bilang, di tahun ke-6 atau di tahun ke-X udah bebas premi. Bebas dari Hongkong ? Premi asuransi nya teuteup dipotong dari hasil perkembangan dana Unit-Link sampe usia 100 tahun sekalipun.

So……….. gak ada alesan untuk ngambil Unit-Link. Pisahkan antara Asuransi dengan Investasi, itulah cara yang bijak menurut gue.

Dari uraian di atas, bisa diliat secara umum memisahkan Asuransi TermLife dengan Investasi Reksadana jauh lebih menguntungkan daripada beli Unit-Link. Hal itu karena banyak komponen2 biaya Unit-Link yang tersembunyi dan baru bisa kita liat pas di Polis aja. Masih inget kan tulisan gue waktu itu ? Ngapain bayar lebih kalo kita bisa dapet pertanggungan yang sama atau bahkan lebih besar.

Berbuatlah yang bijak, ini masa sulit. Segera hitung2 ulang lagi strategi keuangan loe, apalagi kalo udah punya Unit-Link. Kaji lagi dehhhh, segera tutup Unit-Link nya kalo loe ngerasa itu lebih bijak. Seperti yang gue dan kawan2 laennya lakukan……

29 Komentar

    Error thrown

    Call to undefined function ereg()