Saat ini udah gak terhitung lagi berapa juta situs web yang online di dunia maya. Semua punya tujuan yang sama, yaitu menjaring sebanyak-banyaknya orang yang online untuk mau berkunjung ke halaman web nya. Dan dengan menerapkan konsep SEO dan sistem web-marketing yang tepat, bukan tidak mungkin sebuah situs web akan dikunjungi oleh jutaan orang dalam satu hari nya. Dan bayangkan bahwa setiap kunjungan tersebut akan menggunakan resource di web-server, dan yang gak kalah pentingnya adalah setiap kunjungan ke situs web tersebut akan menggunakan resource memori, processor, dan juga monitor dari si pengunjung web tersebut. Berapa banyak konsumsi daya dan emisi CO2 yang dihasilkan dari hanya sekedar mengunjungi sebuah halaman web ? Itung aja sendiri lah… gue juga puyeng kali ngitung nya :-p
Tapi emang beneran segitu gede dan parahnya yaaa emisi CO2 yang dihasilkan ama satu halaman web aja ? Sebenernya enggak juga sih kalo halaman web itu cuma dikunjungi ama 1 atau 2 pengunjung tiap hari nya. Dari yang pernah gue baca di artikel ini, bahwa sebanyak 20mg emisi CO2 dihasilkan setiap kita baca dua kata dalam sebuah artikel di web. Dan rata-rata setelah kita selesai baca satu artikel aja, udah beberapa ribu miligram emisi CO2 yang dihasilkan. Kecil ??? bayangin kalo pada saat yang sama ada jutaan orang yang juga lagi baca artikel di website yang sama. Hhhmm……
Trus gimana caranya untuk bisa ngurangin emisi CO2 itu ? Logika sederhana nya adalah kita harus menganalisa bagian-bagian mana dari sebuah website yang bisa menimbulkan emisi CO2 yang sebenernya gak perlu, untuk kemudian dihilangkan atau kalo gak bisa yaa diakalin supaya besaran emisi nya berkurang. Gue gak ngerti jeroan dan konsep sebuah web development, tapi yang pasti ada banyak cara untuk mencegah sebuah proses di web-server terjadi berulang. Mesti dibikin sebuah engine yang cukup menggunakan satu proses aja selama loading halaman web, dan gak perlu menjalankan proses yang sama setiap orang tersebut berpindah dari satu halaman ke halaman yang laen. Penggunaan proxy-server dengan kapasitas cache nya yang besar mungkin salah satu caranya, tapi pasti ada cara-cara laen, terutama yang berhubungan dengan desain sebuah halaman web.
Konsep Green Websites udah lama dikenal, meskipun gaung nya relatif gak kedengeran. Perusahaan-perusahaan besar itu lebih suka dengan konsep green office dan green work environment nya, dan akhirnya melupakan bahwa mereka pun bisa melakukan hal yang sama pada halaman web perusahaan nya.
Green websites jangan melulu diartikan secara harfiah sebagai website yang berwarna ijo, hehehehehe. Lebih dari itu, konsep green websites itu sebenernya sejalan dengan ide mengurangi emisi gas CO2 yang kerap timbul selama orang menjelajahi sebuah situs web. Para pemilik halaman web, blogger, web-administrator, dll bisa melakukan hal kecil yang sederhana pada halaman web nya untuk mengurangi emisi CO2. Pernah denger istilah standby mode di sistem operasi ? Konsep yang sama diterapkan pada sebuah halaman web untuk menghentikan sementara (pause) semua proses yang berjalan di halaman web, misalnya proses loading gambar, loading file animasi, dll. Dan selama proses pause itu tadi, tampilan halaman web hanya akan sekedar halaman berwarna hitam, karena diketahui bahwa warna hitam hanya mengkonsumsi sedikit saja sumber daya pada monitor. Proses pause ini berlangsung selama pengunjung halaman web tidak menggerakkan mouse nya pada halaman tersebut. Dan begitu pengunjung halaman web kembali pada halaman tersebut dan menggerakkan mouse nya, maka website akan menjalankan kembali proses-proses yang sebelumnya di-pause. jadi intinya, energi hanya akan digunakan setiap pengunjung halaman web tersebut menginginkannya.
Jadi tanpa perlu mengorbankan desain halaman web yang harus menghindari file-file gambar dan animasi, kita bisa melakukan sebuah upaya energy-saving. Rancanglah halaman web yang interaktif dan menarik bagi pengunjung, tampilkan file gambar dan file animasi sesuai desain, tapi upayakan untuk tetap perhatian terhadap bumi.
Nahhh…. untuk temen-temen blogger yang punya halaman web sendiri dan kebetulan pake engine Wordpress, bisa coba nih plugin yang dibikin ama Rune Jensen. Dengan menggunakan plugin Online Leaf bikinannya, kita bisa menyumbang dikit pada upaya pengurangan emisi CO2 di bumi tercinta. “Sedikit” itu emang gak berarti, tapi “sedikit” yang dilakukan oleh banyak orang pasti akan menimbulkan sebuah perubahan.
Popularity: 25% [?]





2 Komentar
termasuk iklannya ga yaa om bu6z wekekeke
hihihihi…… iya, termasuk semua lah poko’e Bas