Dari jaman batu masih lembek sampe keras seperti sekarang ini, kita udah diperkenalkan ama konsep menabung. Masih ada yang inget penggalan lirik lagu ini ?
Bing beng bang, yuk… kita ke bank
Bang bing bung, yuk… kita nabung
Tang ting tung, hei… jangan dihitung
Tahu tahu kita nanti dapat untung!
Yaa, lagu ciptaan Titiek Puspa ini sempet nge-hits waktu dinyanyiin ama penyanyi cilik Saskia dan Geofanny. Lirik yang ceria dan dinyanyiin ama duo penyanyi cilik ini memiliki pesan yang cukup sederhana. Anak-anak harus mulai dikenalkan dengan konsep berhemat dan menabung untuk mencapai tujuan dan keinginan-keinginannya kelak.
Sepintas gak ada yang salah dengan lirik lagu itu, tapi kalo menurut saya konsep menabung uang di Bank untuk tujuan jangka panjang udah gak relevan lagi di jaman sekarang ini. Jaman dimana inflasi tinggi dan bahkan menyebabkan kenaikan harga2 yang persentase nya bisa sampai 2 digit per-tahun. Menabung uang di Bank hanya akan menggerogoti uang tabungan kita. Alih-alih menabung untuk mendapat untung, ehhh malah buntung.
Penyebabnya cuma satu….. Tak lain dan tak bukan karena daya beli uang yang kita miliki itu selalu turun tiap tahun nya. Jadi bukan harga beras yang naik atau biaya pendiikan yang naik, tapi lebih karena daya beli uang yang kita miliki itu terus berkurang. Kalo kata Pak Muhaimin Iqbal di salah satu tulisannya, Inflasi Itu Seperti Ember Bocor. Beliau mengatakan “Begitu keras kita bekerja, sebagian hasilnya kita tabung untuk hari tua, untuk membayar dana pensiun, membayar asuransi pendidikan, kesehatan dlsb. tetapi ternyata begitu banyak pula yang ‘terbuang’ dalam perjalanannya karena faktor inflasi”.
Sekarang coba bayangin ilustrasi berikut ini lah. Rata-rata bunga tabungan di Bank konvensional atau bagi hasil tabungan di Bank Syariah itu sekitar 1%-4% per-tahun. Atau yang lebih bagus lagi deposito lah misalnya, yang bunga nya sekitar 5%-6% per-tahun. Padahal inflasi umum di Indonesia itu bisa sekitar 6%-10% per-tahun nya. Bahkan inflasi bahan makanan bisa sampe 12% loh, tanya ibu-ibu atau para pedagang di pasar lah kalo gak percaya. Keliatan kan gerogotan monster Inflasi itu tadi ? Perkembangan dana cuma 1%-6% per-tahun, sementara penurunan “nilai” nya bisa sampe 12%. Yang ada, duit kita di Bank memang secara angka atau jumlah boleh lah bertambah terus, padahal tanpa kita sadari “nilai” nya malah terus berkurang. Kalo misalnya tahun ini kita bisa beli beras kualitas medium 1 karung (25 Kg) dengan harga Rp. 190.000 mungkin tahun depan duit segitu udah gak akan bisa lagi beli 1 karung dan mesti nambah duit lagi. Itu lah akibat dari Inflasi.
Trus nabung dimana dan dalam bentuk apa dong biar gak digerogotin ama monster Inflasi itu ? Banyak sih pilihannya, mulai dari berbisnis, investasi saham, reksadana, properti, emas, dll. Tapi kali ini saya cuma pengen ngangkat emas aja sebagai salah satu instrumen untuk menabung.
Ooo iya sebelum lupa. Pada tulisan ini saya tidak menganjurkan Anda untuk tidak memiliki rekening tabungan di Bank loh yaaa. Cuma, saya menyarankan agar rekening tabungan di Bank itu secukupnya aja untuk membiayai pengeluaran hidup sehari-hari. Untuk rencana jangka panjang dan bahkan dana darurat, mending alihkan aja ke emas. Gak usah khawatir, emas itu likuid kok artinya gampang dijual atau digadai kalo seandainya butuh dana dalam bentuk uang tunai.
Kenapa emas ?
Gak usah pusing kalo ada yang bilang
emas gak akan bikin kita tambah kaya, karena emas cuma bikin kita tetap kaya.
emas itu bukan instrumen investasi, tapi cuma pelindung nilai
emas kan bukan aset, jadi gak layak untuk disimpan
Orang boleh berpendapat dan berdebat, kalo untuk kita sih yang penting action ! Makin lama kita terjebak dalam pusaran perdebatan, makin banyak waktu kita yang hilang untuk bisa melawan monster Inflasi.
Kalo diambil rata-rata, kenaikan harga emas itu bisa mencapai 25% per-tahun, liat aja data historik nya di Kitco. Tapi biasanya, para Perencana Keuangan selalu mengambil asumsi kenaikan harga emas per-tahun di angka 20%. Ini bisa menjadi senjata ampuh untuk bisa melawan inflasi umum yang 10% atau bahkan inflasi biaya pendidikan yang sekitar 15%-20% per-tahun. Meskipun harga emas akan selalu naik dan turun tiap hari nya, akan tetapi kecenderungan nya adalah naik dalam rentang satu tahun. Untuk itulah, selalu disarankan untuk ber-investasi emas dalam horison minimal 1 tahun.

Saya selalu menggunakan kata “emas” dalam artikel ini, perlu diingat bahwa kata “emas” itu merujuk pada produk “Logam Mulia” keluaran PT Antam. Itu berarti emas yang saya maksud disini BUKAN perhiasan emas atau juga gigi emas atau bentuk-bentuk emas yang lain. Emas yang saya maksud adalah yang berbentuk emas batangan atau yang di Indonesia lazim disebut Logam Mulia (LM) dan di luar negeri umumnya dikenal dengan istilah Fine Gold atau Precious Metal. Keunggulan emas Logam Mulia dibanding perhiasan adalah berat dan kadar yang terjamin, serta kemurnian emas 99,99% (24 Karat). Emas Logam Mulia ini sangat liquid dan diterima di seluruh dunia tanpa perlu diperiksa lagi kadarnya, karena udah dilengkapi ama Sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Pada fisik emas LM nya pun ada nomor seri yang harus cocok dengan nomor seri yang tercetak di sertifikat nya.
Harga jual kembali emas LM akan tergantung harga spot pada hari itu, dan nilainya selalu berubah setiap hari. Untuk di Indonesia, patokan harga jual dan beli emas LM bisa diliat di website Antam yang selalu di-update tiap hari sekitar jam 08:00. Nahh kalo harga jual kembali emas perhiasan, gak akan ada patokannya. Memang, harga dasar akan berpatokan pada harga spot emas murni (kalo emang emas nya 24 Karat) kayak yang tertera di website Antam itu. Tapi akan banyak faktor pengurang harga; misalnya karena faktor model yang udah ketinggalan jaman, kandungan emas tidak murni 99,99% karena ada campuran perak atau nikel, toko emas yang gak mau ganti biaya produksi, dll. Jadi pinter-pinter nya si konsumen untuk tawar-menawar ama toko emas kalo mau ngejual emas perhiasan. Udah liat kan…. kenapa emas perhiasan gak pernah disebut sebagai salah satu instrumen investasi ? Perhiasan emas lebih cocok disebut fashion daripada instrumen investasi.
Trus sekarang gimana cara nabung nya ?
Sebelum nge-bahas lebih lanjut, saya pengen sampe’in beberapa kalimat sederhana.
Investasi emas LM itu simpel…. Kalo punya dana nganggur, tinggal beli trus simpen. Kalo lagi butuh dana, tinggal jual dan nikmati hasilnya. Kalo lagi butuh dana tapi gak kepengen jual emas nya, tinggal gadai dan tebus begitu ada dana lagi.
Cara terbaik untuk melawan inflasi dengan menggunakan instrumen emas LM adalah menggadaikan emas LM yang kita miliki, lalu menggunakan dana gadai tersebut sebagai modal usaha. Hasil keuntungan usaha digunakan sebagian untuk menebus emas yang digadai dan sebagian dibelikan emas lagi untuk mempertahankan “nilai” keuntungan yang didapat.
Oke kita balik ke cara nabung emas. Naaahhh ini bagian yang menarik nihh. Sebenernya ada beberapa macem cara untuk bisa nabung dalem bentuk emas Logam Mulia.
- Beli langsung fisiknya.
Ini cara paling mudah untuk dilakukan. Setiap ada dana lebih dan nganggur, tinggal dateng ke kantor Antam di Pulogadung dan ikutin deh prosedur nya. Tapi bisa juga kok beli di toko-toko emas terdekat, tinggal tanya aja mereka jual produk LM nya Antam atau enggak. Tapi pastiin yaa kalo produk yang mereka jual bener-bener produk LM nya Antam dan ber-sertifikat Antam. Bisa jadi loh harga jual mereka justru lebih murah dibandingin harga jual nya Antam, meskipun sama-sama produk LM Antam yang ber-sertifikat. - Kredit Kepemilikan Emas LM.
Pada prinsip nya, ini kayak model kredit mobil atau kredit rumah gitu dehh meskipun akad nya beda. Satu-satu nya Bank Syariah di Indonesia yang udah secara resmi ngeluarin produk Kredit Kepemilikan emas LM adalah BRI Syariah. Kalo mau tau lebih banyak tentang Kredit Kepemilikan Emas LM ini, bisa dibaca di artikel nya Pak Endy. Tapi berhubung masih banyak pro-kontra tentang kehalalan konsep kredit emas ini, saya pribadi lebih memilih untuk tidak melakukan cara ini. Tapi terserah pembaca masing-masing, pelajari dan yakini konsep nya baru putuskan untuk action atau enggak. - Nabung di pool account.
Cara yang satu ini cocok banged untuk orang-orang yang cukup sibuk dan gak punya banyak waktu untuk pergi ke toko emas setiap kepengen beli emas LM. Konsep nya sendiri udah dijelasin panjang lebar ama Kitco. Sederhananya sih, kita beli emas LM tapi gak megang fisik nya karena fisik emas LM kita disimpan ama pengelola nya. Kita bisa ambil fisik emas kita itu, dengan cukup membayar biaya cetak nya aja.
Nabung LM dengan Pool Account
Untuk pilihan cara menabung (1) dan (2) gak akan saya bahas disini, karena udah cukup jelas cara nya. Kita akan coba kupas dikit tentang cara nabung emas dengan menggunakan pool account.
Dalam website nya, Kitco mendefisinikan seperti ini :
Pool Accounts, also often referred to as unallocated storage accounts, refer to a precious metal account deposit in which the client does not have title to specific (allocated) bars or coins. The client instead owns a defined but unallocated interest in a pool of precious metals held by Kitco. However, the client is entitled to receive physical bullion in the form of any type bar or coin normally carried by Kitco upon payment of quoted fabrication charges.
Terjemahan sederhanya adalah :
Pool Account, juga sering disebut sebagai rekening penyimpanan yang tidak dialokasikan, merujuk pada account deposit logam mulia di mana klien tidak memegang fisik emas logam mulia (yang dialokasikan). Klien bukannya tidak memiliki hak atas fisik emas logam mulia nya, akan tetapi fisik emas logam mulia dipegang oleh Kitco. Namun, klien berhak untuk menerima fisik emas dalam bentuk batang atau koin dan Kitco akan mengutip biaya cetak (fabrikasi) nya saja.
Sampai saat ini, setau saya di Indonesia baru ada sekitar 4 (empat) pengelola / lembaga / toko emas yang menawarkan konsep ini yaitu :
- Toko Emas Ibukota di Cikini, dengan produk GoldGram Pool Account nya. Toko ini menerapkan konsep yang sama sperti Kitco, yaitu mengutip biaya cetak (fabrikasi) yang besarannya berbeda untuk tiap gramasi LM jika pelanggan ingin mengambil fisik emas LM nya.
- Toko Emas Rejeki (PT. Sinar Rejeki Handal) di Daan Mogot, dengan produk Antam Gold Pool Account nya. Toko ini menerapkan konsep yang berbeda dengan Kitco, ia mengutip biaya sertifikat yang besarannya berbeda untuk tiap gramasi LM jika pelanggan ingin mengambil fisik emas LM nya.
- CV. Usaha Jaya Bagus Sari di Surabaya, dengan produk Tabungan Emas nya. Website ini juga menerapkan konsep yang sama sperti Kitco, yaitu mengutip biaya cetak (fabrikasi) yang besarannya berbeda untuk tiap gramasi LM jika pelanggan ingin mengambil fisik emas LM nya.
- BMT Daarul Muttaqiin di Depok, dengan produk M-Dinar nya. Website ini sepintas mirip dengan konsep pool account nya Kitco, tapi yang membedakan adalah emas yang diperjualbelikan disini adalah Dinar. Dinar merupakan koin emas 22Karat (91,7%) yang juga produksi PT. Antam dengan berat 4,25 gram. Tidak ada pengutipan biaya cetak saat pelanggan ingin mengambil fisik Dinar emas nya, karena harga spot yang mereka update tersebut sudah termasuk biaya cetak.
Menurut saya pribadi, yang lebih tepat dikutip dari pelanggan adalah biaya cetak (fabrikasi) dibandingkan dengan biaya sertifikat. Karena cukup logis kalo biaya cetak emas LM 1 gram akan berbeda dengan biaya cetak emas LM 5 gram atau bahkan 25 gram. Padahal biaya sertifikat akan cenderung sama untuk semua gramasi emas mulai dari yang 1gr sampai 1kg, karena bentuk dan bahan serta ongkos cetak sertifikat nya pun sama persis.
Untuk bisa memiliki rekening pool account, biasanya pengelola mengutip biaya administrasi yang besarnya sekitar Rp. 300.000 s/d Rp. 400.00 per-tahun. Ini digunakan untuk menyimpan fisik emas yang menjadi portfolio kita. Kalau kita memegang fisik emas dan ingin menyimpan nya di SDB (Safe Deposit Box) yang ada di Bank Konvensional maupun Bank Syariah, maka biasanya kita dikenakan biaya sewa sekitar Rp. 100.000 s/d Rp. 10.000.000 per-tahun tergantung ukuran SDB yang kita sewa. Jadi biaya administrasi yang dikutip oleh pengelola pool account itu masih masuk akal, karena digunakan untuk menyewa SDB dimana fisik emas pelanggan nya disimpan.
Untuk bisa memiliki rekening pool account, pada umumnya persyaratan yang diminta oleh tiap pengelola pool account hampir sama yaitu seputar identitas dan beberapa komponen biaya. Bahkan ada juga beberapa pengelola yang mengenakan deposit kepada pelanggan nya. Tinggal pintar-pintar nya kita saja sebagai pelanggan untuk memilih mana pengelola yang kredibel dengan konsep dan biaya yang kompetitif.
Ada beberapa keuntungan (paling tidak menurut saya pribadi) dari penggunaan pool account ini :
- Semua sistem berjalan secara online, sehingga kita gak perlu susah-susah beranjak dari kursi untuk pergi ke toko emas seandainya punya keinginan untuk membeli emas LM atau Dinar. Cukup buka website nya, lakukan transaksi, kirim pembayaran ke pengelola, lalu saldo emas LM atau Dinar akan langsung dibukukan ke dalam rekening pool account kita.
- Menggunakan harga spot yang terus di-update secara otomatis sekitar jam 08:00 sampai 11:00 tiap hari nya. Memang pada umumnya tiap pengelola memiliki standart penetapan harga spot yang berbeda, dan akan sangat mungkin pada hari yang sama tiap-tiap pengelola menetapkan harga spot emas yang berbeda meskipun selisihnya hanya sekitar Rp. 1000 – Rp. 3000 per-gram nya.
- Tidak perlu pusing dengan stok emas. Terkadang, di saat harga emas sedang melambung tinggi seperti saat ini, beberapa toko emas dan bahkan PT Antam sendiri kesulitan menyediakan stok emas LM untuk para pelanggan nya. Akhirnya, orang yang sudah memiliki dana dan ingin membeli emas, terpaksa gigit jari karena gak ada stok dan akibatnya kehilangan kesempatan untuk membeli emas di harga spot hari itu. Hal ini gak berlaku untuk pemilik rekening pool account. Karena mereka teuteup bisa membeli emas pada harga spot hari itu dan kemudian menyimpan nya di rekening pool account mereka. Saat stok udah ada dan ingin mengambil fisik emas nya, tinggal membayar biaya cetak saja ke pengelola.
- Harga jual yang lebih murah dan juga harga beli yang lebih mahal dibanding PT Antam. Kok bisa ? Yaa… karena jual/beli emas di pool account gak melibatkan komponen biaya cetak, karena biaya cetak hanya dikutip kalo si pelanggan ingin mengambil fisik emas nya. Tiap pengelola menetapkan biaya cetak yang berbeda, kita tinggal pilih saja mana pengelola yang mengutip biaya cetak paling kompetitf.
Gimana cara mulai nya nih ? Udah gak sabar…
Sabar dong Gan…. jangan buru-buru kalo belom paham dan ngerti bener tentang konsep dan cara kerja pool account.
Oke saya kasih tau deh langkah-langkah nya kalo emang udah gak sabar untuk mulai nabung emas dengan pool account. Gini urutan nya :
- Buka website pengelola pool account.
Kalo memang blom ada preferensi, buka aja semua website pengelola itu, trus pelajari konsep, mekanisme, dan yang terpenting adalah biaya yang mereka kenakan ke kita. Kalo memang memungkinkan, pilih pengelola yang punya toko emas di kota tempat kita tinggal untuk memudahkan proses komunikasi secara offline nanti nya. - Datangi kantor atau toko emas pengelola pool account.
Ini penting untuk meyakinkan Anda bahwa pengelola pool account memang ada dan tidak fiktif. Dengan mendatangi langsung kantor atau toko nya, kita juga punya kesempatan untuk bertanya lebih banyak dan detil tentang konsep dan mekanisme rekening pool account yang mereka punya. Jadi gak akan ragu-ragu lagi deh untuk mulai nabung emas. - Daftar secara online.
Anda bisa melakukan nya sewaktu di rumah atau bisa juga minta bantuan si pengelola untuk membuatkan rekening pool account nya untuk Anda. Minta data username dan password jika memang Anda meminta si pengelola untuk membuatkan nya untuk Anda. - Serahkan seluruh persyaratan nya.
Kalo emang udah yakin dengan kredibilitas pengelola nya, serahkan deh tuh semua persyaratan yang diminta, termasuk biaya administrasi dan uang deposit nya yaa kalo ada. Setelah seluruh persyaratan diserahkan, minta ke si pengelola untuk mengaktifkan rekening pool account Anda. - Membeli Emas.
Anda bisa melakukannya dimanapun selama ada koneksi internet. Akan tetapi umumnya pengelola hanya membuka akses untuk transaksi pada hari dan jam kerja saja (tergantung kebijakan masing-masing pengelola). Setelah melakukan transaksi pembelian emas, Anda diminta untuk mentransfer uang ke rekening pengelola. Transaksi Anda akan dinyatakan valid dan jumlah gramasi emas akan dibukukan ke rekening pool account Anda, setelah dana yang Anda transfer sudah efektif diterima oleh pengelola. Pada transaksi ini, uang deposit (jika ada) yang Anda miliki akan di-kunci oleh pengelola dan dibuka kembali setelah pembayaran Anda dinyatakan valid. Umum nya, uang deposit Anda (jika ada) akan hangus jika Anda tidak melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu. - Menjual Emas.
Cara yang sama seperti transaksi pembelian emas, hanya saja begitu Anda melakukan transaksi penjualan emas maka dalam beberapa saat uang hasil penjualan emas tersebut akan di-transfer ke rekening Bank Anda. Pada transaksi ini tidak melibatkan uang deposit. - Mengambil fisik Emas.
Sebaiknya, Anda menghubungi pengelola terlebih dahulu untuk menanyakan stok fisik emas yang tersedia. Katakan bahwa Anda ingin mengambil fisik emas berapa gram dan berapa keping. Jika memang pengelola menyatakan bahwa stok nya ada, baru lah Anda bisa melakukan transaksi ini melalui web. Setelah selesai transaksi, Anda tinggal me-transfer biaya cetak sejumlah keping dan gramasi yang ingin Anda ambil. Sebagai bukti pengambilan fisik emas di kantor atau toko pengelola, umumnya Anda diminta untuk mencetak tampilan layar konfirmasi transaksi di web.
Mudah bukan ? Ya eeya lahhh…..
Perlu diingat bahwa pengelola pool account ini bukanlah lembaga resmi seperti hal nya Bank, jadi gak pernah ada jaminan tentang keamanan uang Anda di pengelola pool account. Basis nya hanya saling percaya, sehingga selalu saja ada resiko ke depannya. Anda harus yakin betul dengan kredibilitas si pengelola. Cari tahu tentang pendapat dan testimoni orang lain yang pernah atau masih menjadi nasabah rekening pool account si pengelola tersebut. Anda bisa menanyakan nya kepada teman, kerabat, atau cari tahu sendiri lewat jejaring sosial maupun forum-forum di internet. Semakin banyak informasi yang berhasil Anda kumpulkan, semakin mudah bagi Anda dalam memutuskan pengelola mana yang akan Anda pilih untuk mulai membuka rekening pool account.
Satu yang terpenting dari menabung emas di pool account adalah bahwa dengan membeli emas secara rutin tiap bulan melalui pool account, maka kita sudah menerapkan strategi Cost Averaging dalam ber-investasi. Dengan strategi ini, kita bisa meminimalisir kerugian akibat fluktuasi harga emas, asalkan kita benar-benar rutin membeli nya setiap bulan dalam jumlah gram yang hampir sama tiap bulan nya.
Akhirnya….. Ayo mulai action ! Lindungi rencana jangka panjang Anda dari gerogotan monster Inflasi, emas salah satu senjatanya.
Popularity: 43% [?]






Twitter
Facebook
LinkedIn
GooglePlus
Yahoo! Messenger
6 Komentar
Memang La Fura keren sekali kalo da buat artikel………kayaknya boleh juga ini om andi….biasa buat masa depannya la fura junior to……..hehehe
iyo Fura…. ko tumpuk mi saja untuk La Fura Jr itu :-p
tiba2 ada..tiba2 ilang..entah kemana2 aja anak ini…
tapi oke jugaklah…artikelnya..memang lagi dengung kemana2 neh si logam mulia
ku coba lah nanti nabung emas ya kan..tinggal nyiapin lemari besi aja di rumah..wkwkwk
sukses la kau.andi…
bantu jugak lah aku cara yang paling tepat utk investasi LM itu
okeh brow
Yaaa macam itulah kerjaan awak Bang…. loncat sana sini :-p
Tak usah lah kau siapkan lemari besi, simpan aja di balik kaos singlet. Kalo sudah banyak dan berat kau rasa, baru simpan dalam kulkas, hehehehe.
Kalo kau kan banyak duit mu Bang, jadi pelan2 lah convert itu isi tabungan ke LM atau Dinar. Kita sharing2 aja lahhhh, nanti kau yang siapkan duit nya, biar kita belikan emas dan buat aku emas nya, hihihihi…….
Memang menarik menabung emas dengan metide pool account, sayangnya belum ada yang statusnya BUMN. Kalau tabungan uang kan ada LPS, di tabungan emas tidak ada. Bila ada semacam LPS maka saya pastikan ikut nabung emas dengan pool account
Kalo menurut saya pribadi, investasi apapun (termasuk emas) pasti selalu ada resiko. High Risk – High Gain.
LPS hanya mengcover simpanan nasabah di Bank dengan maksimal jumlah tertentu. Simpanan nasabah di Bank itu memang Low Risk, tapi juga Low Gain.
Kalo memang tidak berani mengambil resiko, saya sarankan tidak coba-coba ber-investasi emas.